Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2016

Ita Alimenia: Mahasiswa Difabel Penembus Batas.

Gambar
Pada hakikatnya, setiap orang memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Apapun keahliannya, bagaimanapun keadaannya, seberapapun kemampuannya. Pendidikan merupakan sesuatu yang tak dapat ditawar lagi. Pendidikan merupakan ujung tombak masa depan suatu negara, bekal kuat menggapai cita – cita bagi seorang manusia, siapapun termasuk mereka termasuk yang teristimewa. Selama ini, orang – orang dengan kebutuhan khusus atau bisa disebut kaum difabel masih termarginalkan dalam masyarakat, belum terperhatikan karena masyarakat masih melihat difabel sebagai individu cacat yang hanya sumber masalah sosial, bagitupun dalam dunia pendidikan. Masih banyak bentuk diskriminasi kepada kaum difabel untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Namun hal itu tidak berlaku pada Ita Alimenia, virus polio yang menyerang tubuhnya sejak usia 1 tahun, membuatnya mengalami kelumpuhan dan mengharuskannya menggunakan kursi roda untuk melakukan aktivitas sehari – hari. Namun, keterbatasan fisik tak lantas...

Pendidikan Hak Setiap Warga Negara? : Sebuah Potret Pendidikan di Desa Melawi Makmur, pedalaman Kalimantan Barat.

Gambar
Pendidikan merupakan kunci dalam pembangunan kemajuan suatu bangsa. Majunya suatu bangsa, biasanya juga dibarengi dengan majunya pendidikan bangsa tersebut. Terlebih lagi, pendidikan merupakan hak yang wajib diperoleh oleh semua warga negara di Indonesia, hal tersebut jelas termaktub dalam UUD 194 pasal 31  ayat 1 yang berbunyi “Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan”. Setiap warga negara, tanpa terkecuali, tidak memandang suku, ras, dan agama. Siapapun berhak memperoleh pendidikan yang layak apapun agamanya, apapun sukunya, baik di desa maupun di kota. Namun pada kenyataannya, masalah pendidikan masih kurang merata di Indonesia, tidak semua daerah di Indonesia mendapatkan pendidikan yang layak. Pendidikan sepertinya hanya terpusat di Jawa dan kota – kota besar lainnya. Namun, jangan ditanya bagaimana pendidikan Indonesia di pulau – pulau selain Jawa. Seperti yang terlihat pada potret pendidikan di pedalaman pulau Kalimantan, Desa Melawi Makmur Kecamatan Sanggau, Ka...

Tentang Nona dan Asmara Berbalut Luka: Love yourself first, Nona!

Gambar
Cinta memang memiliki rasa ganda, kadang madu, kadang racun. Kadang manis, kadang pahit. Atau bahkan terlalu manis hingga bisa menjadi pahit. Sudahkan nona merasakan cinta? Bukankah kita terlahir karena cinta?   Semakin beranjak besar, nona pasti merasakan cinta, tak hanya cinta ayah bunda atau teman sebaya. Pun cinta pada laki-laki juga akan kita rasakan. Itu wajar.  Biologis katanya.  Bahkan menjadi tugas perkembangan remaja untuk mempersiapakan kehidupan perkawinan. Tak disangkal lagi, Tuhan bahkan menciptakan manusia berpasang- pasangan. Saling melengkapi, melindungi, dan menguatkan untuk berjalan bersama. Tapi apakah kita akan bertemu laki-laki yang benar? Yang mencintai kita dengan benar? Tidak selalu nona.  Kadang kita terjebak dalam asmara berbalut luka, nona bisa melihat ulasan ,lebih jauh di  http://www.helpnona.com/mengenai-kekerasan-dalam-pacaran.html Tapi tau siapa korbannya? Sebagian besar ya kita-kita ini. PEREMPUAN. WANITA. NONA...